Tulisan bergaya feature naik pamor karena timeless (bisa dibaca kapan pun) sekaligus lebih ramah SEO. Dibandingkan model tulisan pendek, artikel panjang lebih potensial untuk menjaring keyword tetapi tetap enak dibaca.

Membuat konten panjang tentu saja membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga, tidak ada cara lain. Namun, untuk memulai sebenarnya tidak sesulit yang Anda bayangkan. Salah satu cara termudah untuk membuat tulisan panjang adalah dengan menggabungkan beberapa postingan yang sudah ada.

Contohnya, Anda mungkin telah memiliki beberapa postingan lama bertopik sama tetapi secara performa traffic kurang signifikan. Meski begitu, bukan berarti tulisan-tulisan tersebut tidak berguna. Anda bisa mulai membacanya lagi, kemudian menata ulang, dan menjadikannya satu tulisan padu yang baru. Trik ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga memberi kesempatan untuk melakukan evaluasi konten.

Di luar cara di atas, ada beberapa langkah yang bisa dicoba guna menghasilkan konten ramah SEO bergaya feature. Berikut Studio Konten rangkumkan 4 tahapan yang paling penting:

  1. Harus punya tujuan

Hal utama yang harus disadari seorang pembuat konten adalah apa tujuan dari pembuatan tulisan (panjang)-nya. Apakah untuk menarik lebih banyak pengunjung? Menjual produk tertentu? Membangun kesadaran atas brand Anda? Apakah tujuan ini sesuai dengan gaya feature?

Ketika Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, artinya tujuannya memang sudah jelas sehingga proses penulisan bisa segera dimulai atau harus dirancang ulang.

  1. Tentukan topik

Layaknya model tulisan lain, feature pun akan lebih baik kalau topiknya jelas. Pastikan bahwa topiknya memang bisa menarik pengunjung web Anda untuk membacanya, dan apakah topik yang dipilih bisa dijadikan tulisan dengan panjang 1000-an kata (atau lebih). Untuk memastikan hal ini, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu: riset kata kunci, cek data analisis internal website Anda (interest pembaca), serta pelajari website kompetitor.

  1. Buat outline-nya

Outline adalah salah satu pembeda tulisan panjang dengan tulisan pendek. Outline bisa menjamin koherensi konten yang Anda buat. Konten yang panjang akan lebih gampang diselesaikan kalau Anda sudah punya outline untuk ditaati.

Proses menulis feature itu mirip-mirip penulisan esai, di situ akan ada sangat banyak informasi yang disampaikan, outline akan mempermudah penataan dan penyelesaian tulisan. Buat outline yang terbagi dalam beberapa poin-poin, masing-masing poin mewakili “sub-bagian” tulisan final.

  1. Jangan lupakan visual

Kalau Anda benar-benar mengharapkan orang untuk membaca tulisan panjang yang dibuat, pastikan bahwa pembaca bisa enak membacanya. Salah satu trik yang bisa dipakai adalah dengan menyisipkan visual secara berkala.

Meskipun ini artikel bergaya feature, tentu saja orang akan mudah capek kalau harus membaca postingan penuh teks. Visual bisa dimasukkan di tiap transisi sub-bagian.

Selain itu, ada beberapa aturan tak tertulis yang mesti Anda perhatikan: buat kalimat yang pendek dan jelas; usahakan satu paragraf cukup terdiri dari dua atau tiga kalimat (empat sudah paling banyak); manfaatkan fitur header dan sub-header agar tulisan tampak rapi dan pembaca mudah melakukan scanning; serta masukkan visual atau video atau audio apabila relevan.

Sebagai tambahan, selain memudahkan pembaca, visual juga bisa meningkatkan ranking SEO website Anda. Jangan salah, meskipun artikel ini menyarankan Anda supaya menulis artikel panjang, tulisan pendek tidak akan pernah mati. Hanya saja, potensi yang website Anda miliki tidak akan berkembang jauh kalau hanya mengandalkan satu gaya tulisan.

Tulisan panjang bergaya feature terbukti memiliki performa yang lebih baik di mesin pencarian, berkesempatan lebih besar untuk dibagikan di media sosial, dan tentu saja meningkatkan waktu membaca si pengakses di website Anda. Silakan dicoba!

(Visited 60 times, 1 visits today)
Categories: #Insight

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *